Catatan dari sebuah buku bacaan; Living Issues in Philosophy (1)
![]() |
| Salah satu halaman di buku Living Issues in Philosophy yang memuat biografi singkat John Locke |
Saya mencatat bagian penting dalam sebuh buku yang saya baca. Dan mungkin bukan satu bagian tapi banyak bagian penting. Hal tersebut merupakan isi dari buku yang menurut saya memiliki makna yang sangat dalam dan erat kaitannya dengan kondisi saat ini.
Buku ini merupakan buku lama yang saya baca dan belum selesai sampai kini. Judul bukunya Living Issues in Philosophy.
Dalam bukunya Titus, Smith dan Nolan (1984) menuliskan bahwa satu dari problema-problema pendidikan yang ada di masa sekarang ini adalah kurangnya kesatuan dalam penglaman pendidikan -masa sekarang yang dimaksud adalah masa ketika buku tersebut dibuat, dan sekarang sudah lama sekali setelah buku tersebut dibuat dan ternyata terasa masih sangat berhubungan, ternyata dulu pun sudah ada yang menyadarinya.
Lanjutnya katanya yang diterima oleh mahasiswa -karena dalam konteks tersebut adalah pendidikan mahasiswa, tapi kenyataanya saat ini juga berkaitan pada pendidikan secara umum- saat ini adalah serangkaian penyajian dalam bidang spesialisasi yang tak ada hubungannya antara yang satu dengan lainnya.
Dalam buku tersebut Titus, Smith dan Nolan (1984) juga disampaikan bahwa suatu program pelajaran berisikan 50 menit kebudayaan barat kemudian 50 menit matematika dan pelajaran terakhir pada hari itu adalah kesustraan Inggris. Penyajian secara sepotong-sepotong ini menggambarkan fragmentasi umum dari pengalaman yang menandai kehidupan modern.
Lebih lanjut dalam buku tersebut dijelaskan tugas dari filsafat adalah mengatasi spesialiasi dalam memformulasikan suatu pandangan hidup yang didasarkan atas pengalaman kemanusiaan yang luas. Oleh karena itu filsafat merupakan satu bagian dari proses pendidikan alamiah dan makhluk yang berpikir (Titus, Smith & Nolan; 1984, hal. 6).
Dulu saya punya pandangan bahwa pendidikan dan pengajaran itu harus dilakukan secara holistik atau dengan kata lain memiliki keterkaitan satu sama lain. Karena hal tersebut akan mempengaruhi cara pandang seseorang menjadi lebih universal, melihat suatu permasalahan untuk mencarikan solusinya dengan melihat dari berbagai cara pandang atau berbagai sisi.
Sudah lama saya memikirkan hal tersebut, namun dari sisi pemikiran saya sendiri. Dan kadang saya perlu pemikiran atau pendapat orang lain untuk memastikan bahwa hal tersebut bukan hanya asumsi saya belaka.
Ternyata hal tersebut sependapat dengan cara pandang Titus, Smith dan Nolan yang saat mereka membuat tulisan bahwa pengalaman pengajaran hanya sebuah fragmentasi yang tidak untuh karena mengejar spesialisasi.
Bagaimana menurut pendapatmu?

Tidak ada komentar: